opensource

Perkembangan teknologi informasi di Indonesia beberapa tahun belakangan sangatlah pesat, hal tersebut mendorong munculnya mata ajaran baru dalam sistem pendidikan di Indonesia untuk menyikapi pesatnya perkembangan tersebut. seperti munculnya mata ajaran Teknolgi Informasi dan Komunikasi di sejumlah sekolah yang telah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi, haltersebut dilakukan untuk mengejar ketertinggalan bangsa kita terhadap perkembangan dunia Internasional yang sangat cepat. pada masa yang telah lalu mata ajaran ini hanya sebagai ekstra kurikuler dan mata ajaran muatan lokal di pendidikan menengah. dalam mata ajaran tersebut siswa diajarkan untuk menggunakan berbagai aplikasi mulai dari aplikasi pengolah kata, aplikasi-aplikasi pengolah gambar dan berbagai aplikasi multimedia yang lainnya sampai dengan berbagai macam pemrograman sederhana. dalam mata ajaran ini pula siswa dikenalkan dengan undang-undang hak cipta (HAKI), yaitu sebuah undang-undang yang mengatur tentang kepemilikan karya cipta serta kekayaan intelek tual yang belakangan santer dibicarakan, sehingga siswa pada saatnya diharapkan tidak melakukan pelanggaran terhadap hak kekayaan intelektual, sementara itu berbagai aplikasi yang dipergunakan dalam pengajaran mata ajaran tersebut mayoritas merupakan aplikasi-aplikasi propietary yang hanya berjalan pada satu sistem operasi, sehingga menyebabkan siswa kebanyakan hanya menguasai sebuah sistem operasi dan menyebabkan pembunuhan karakter generasi muda bangsa ini, sehingga kedepan lebih banyak generasi muda yang hanya bergantung pada sebuah sistem operasi padahal di luar sana terdapat berbagai macam aplikasi yang bersifat opensource dan bejalan lintas platform sistem operasi, pertanyaan yang muncul adalah apakah sekolah-sekolah tersebut mendapatkan support penuh dari perusahaan sistem operasi aplikasi-aplikasi propietary tersebut sehingga sekolah tersebut mampu untuk menghadirkan berbagai aplikasi propietary di komputer yang tidak hanya berjumlah satu atau beberapa buah?? kalau ya mungkin tidak berarti apa-apa bagi sekolah tersebut mungkin sekolah tersebut mendapatkan aplikasi tersebut dengan legal dan gratis, nah permasalahannya apabila yang terjadi sebaliknya, apabila sekolah mampu membeli aplikasi-aplikasi tersebut bukankah yang terjadi adalah suatu pemborosan anggaran, bukankah lebih baik untuk meningkatkan tunjangan gaji guru yang ada di sekolah tersebut, kemudian apabila ternyata program yang digunakan tersebut diperoleh lebih murah namun dari mana mereka mendapatkan aplikasi tersebut, dan muncul pertanyaan baru legalkah?apabila yang terjadi adalah illegal, maka yang terjadi adalah pelanggaran hak cipta oleh sekolah tersebut,kemudian dampaknya adalah para “Ilmuwan sinting” di negara ini memanfaatkan kondisi tersebutdengan menjual program-program bajakan yang harga jualnya sangat jauh dibawah harga semestinya dan illegal tentunya. hal tersebut menyalahi UU haki di negara kita apa benar kita bikin aturan buat di langgar?, mungkin kalau kita bisa berfikir lebih jauh, jangan kita salahkan malaysia yang katanya membajak lagu daerah dari bangsa kita, atau jangan salahkan jepang yang mematenkan tempe [dan apa lagi elanjutnya??],bukankah kita sendiri yang mengajarkan sendiri hal-hal tersebut?? dalam hal ini terdapat sejumlah rekomendasi untuk mengantisipasi hal-hal tersebut salah satunya adalah dengan penggunaan aplikasi-aplikasi opensource dengan begitu kelak ketika siswa dihadapkan dengan dunia kerja mereka memiliki berbagai alternatif untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. jangan sampai terjadi suatu ketergantungan, ketergantungan tersebut hanya akan memperlihatkan semakin bodohnya bangsa ini dan yang mungkin akan terjadi adalah penjajahan intelektual terhadap bangsa kita yang mungkin dilakukan oleh bangsa kita sendiri maupun bangsa dari luar. hal tersebut menjadi kewajiban pemerintah untuk membenahi paradigma dan pola pikir bangsa ini yang sudah terlanjur seperti itu, selain itu para aktivis opensource indonesia harus mensuport penuh dan terus mendesak pemerintah untuk menggunakan opensource sebagai standarisasi aplikasi nasional dan mendampingi sekolah-sekolah dalam menyusun kurikulum mata ajaran teknologi informasi. dengan begitu akan memberikan opsi tambahan untuk mennggunakan aplikasi secara legal dan murah.

Iklan

Satu pemikiran pada “opensource

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s