Arang sebagai pupuk organik

Arang merupakan komponen yang terbesar di bumi dalam berbagai bentuk, zat ini bersifat porous dan memiliki tingkat stabilitas struktur yang tinggi sehingga akan sangat susah untuk rusak. suku indian maya telah mempergunakan arang sebagai pengatur kesuburan tanah sejak ratusan tahun yang lalu yang di temukan pada sebuah daerah yang dinamakan terrapetra dalam bahasa kita dapat diartikan sebagai tanah hitam. Daerah tersebut sangat subur dan setelah diteliti memiliki kandungan arang yang tinggi didalamnya.

Hal tersebut dapat dipahami karena arang merupakan suatu zat yang kosong hasil dari pembakaran tidak sempurna (pyrolisis) pada bahan organik, yaitu suatu proses pembakaran dengan menggunakan oksigen minimal, sehingga yang terbakar hanyalah zat-zat lain selain arang sehingga terjadi ketidakseimbangan pada unsur tersebut, agar seimbang kemudian arang akan mengikat unsur-unsur lain yang lewat disekitarnya, olehkarena itu arang tersebut di sebut dengan karbon aktif.

karbon aktif dapat dimanfaatkan sebagai pengatur hara pada tanaman, karbon aktifakan mampu bertahan selama bertahun tahun dan terus mendistribusikan unsur hara dengan menyerap zat yang lewat disekitarnya untuk di distribusikan pada tanaman. kita dapat melihat contohnya pada tanaman anggrek yang kita tanam selama bertahun tahun lamanya menggunakan arang, dan kita tidak pernah mengganti arangnya, namun tanaman tersebut dapat terus tumbuh dan berbunga, untuk aplikasinya arang dapat dicampurkan dengan kompos maupun kotoran hewan untuk membuat pupuk organik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s