EMR (Ecological Mangrove Restoration)

Gw baru kenal istilah ini setelah tiba – tiba seseorang mengirimkan email untuk dibantu dibuatkan RAB untuk melaksanakan proses monitoring dan evaluasi, dan isengnya gw ga langsung bikin RAB, istilah EMR yang baru gw dengar mengajak gw buat mencari informasi lebih lanjut tentang apa itu EMR. Karena tentu sebuah proses yang dilakukan dengan metode yang spesifik harus di evaluasi dengan cara spesifik pula supaya kita tidak menilai ikan dengan cara dia memanjat pohon.

EMR menurut gw adalah sebuah seni rehabilitasi ekosistem mangrove, cara yang berlandaskan dengan asas bahwa alam dapat memperbaiki diri mereka dengan sendirinya bahkan tanpa campur tangan manusia. nah yang perlu di ingat dalam EMR ini yang di rehabilitasi adalah ekosistemnya, bukan hanya tanamanya saja sehingga diharapkan setelah proses rehabilitasi selesai kondisi paling ideal dalam ekosistem tersebut akan terbentuk.

jadi jelas sebelum melakukan rehabilitasi dengan metode ini kita harus mengenal ekosistem mangrove terlebih dahulu. ekosistem terbentuk dari habitat populasi yang mendiami satu tempat tertentu. didalamnya ada habitat mangrove itu sendiri, habitat ikan, habitat udang, habitat manusia dan sebagainya. dalam ekosistem tersebut seharusnya terjadi hubungan timbal balik antara anggota ekosistem sehingga kondisi ekosistem tetap seimbang, jika tidak terjadi keseimbangan maka ekosistem tersebut dapat dikatakan rusak.

dalam metode EMR ini rekayasa dilakukan dengan pelibatan populasi manusia dalam ekosistem untuk memperbaiki habitat mangrove, yang pada akhirnya diharapkan habitat – habitat lain akan terbentuk seiring dengan perbaikan pada habitat mangrove. habitat mangrove juga dirancang sedemikian rupa supaya menyerupai kondisi alaminya, antara lain adalah zonasi tanaman berdasarkan salinitas dan pasang surut, penyesuaian areal dengan perilaku tanaman mangrove, dan sebagainya.

habitat manusia dalam ekosistem yang di restorasi pada metode ini berperan besar sebagai kunci kesuksesan pelaksanaan metode ini. sehingga pelibatan masyarakat sekitar sangatlah penting, untuk memastikan interaksi ekologis dalam ekosistem berjalan dengan baik. habitat manusia adalah pengambil manfaat terbesar pada habitat lain disekitarnya dalam sebuah ekosistem, sehingga peran manusia dalam menjaga kelestarian habitat sekitarnya harus lebih besar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s