Belajar butuh belajar

Dulu sekali saat masih sekolah, sering saya berfikir sebenarnya apa yang dimaksud belajar itu, bagaimana cara belajar, bagaimana bisa guru – guru itu bisa menyuruh semua anak didiknya untuk belajar sementara ada orang bodoh macam saya yang harus mencari makna apa itu belajar, dan bagaimana kawan-kawan saya dengan mudah mengerti apa itu belajar.

Awal mengenyam bangku pendidikan, saya merasa mudah sekali melaluinya karena tidak ada paksaan untuk belajar sehingga saya tidak perlu mencari definisi belajar. Saat itu semua terasa mudah saya hanya senang membaca saja dan tidak perlu menerjemahkan apa makna belajar sesungguhnya semua saya lakukan dengan acak tapi menyenangkan. Sampai akhirnya ada paksaan otak saya untuk memahami apa arti belajar.

Hal yang sama terjadi saat mulai belajar tentang IT, profesi yang coba saya geluti belakangan semenjak saya lulus dari fakultas kehutanan. Semua terasa mudah ketika saya membuat masalah dan menemukan solusi secara acak dari bantuan dunia maya dan komunitas.

Dalam dunia profesional menurut saya sangat penting menguasai konsep-konsep pokok dalam bidang yang kita geluti. Menghabiskan waktu untuk mencari solusi jangka pendek seringkali tidak menyelesaikan masalah bahkan menimbulkan permasalahan baru yang lebih kompleks. Saat permasalahan timbul kita harus mundur 4 hingga 5 langkah bahkan lebih untuk menemukan akar permasalahan, untuk itu menjadi pembelajar aktif sangat diperlukan terutama dalam bidang yang terus berkembang.

Belajar adalah proses memahami yang dilakukan secara berulang, belajar dimulai dengan penggalian minat, merangsang otak untuk mencari rantai sistematika cara berfikir mengenai sebuah topik. Diharapkan setelah kita selesai mempelajari sebuah topik kita dapat memecahkan permasalahan sesuai dengan pokok permasalahannya, maka dari itu belajar memerlukan latihan secara bertahap. Disitulah kita dapat menilai diri seberapa siap kita menerjemahkan permasalahan, saat ini banyak kekacauan dikarenakan kesalahan menerjemahkan masalah, yang membuat kita terjebak untuk menyelesaikan permasalahan yang salah.

Selain itu hasil belajar seharusnya dapat menterjemahkan seberapa mampu seseorang untuk merencanakan sesuatu, menyederhanakan permasalahan, dan menyelesaikan permasalahan yang timbul.

Dalam belajar kita perlu mengasah kekuatan fokus pikiran terhadap topik yang sedang kita pelajari, tingkat adaptasi terhadap perubahan tema dan kemampuan memahami dan menyusun sistematika rantai permasalahan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan membuat tulisan tulisan pendek seusai mempelajari suatu hal.

Ternyata masih banyak yang belum saya lakukan untuk belajar dan belajar ternyata butuh belajar, selamat belajar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s