Aplikasi android untuk menghitung luas daun dan persentase tutupan tajuk

Bagi mahasiswa dan pelajar yang mendalami biologi, pertanian, maupun  kehutanan mungkin pernah dipusingkan tentang bagaimana cara mengujur luasan daun dengan praktis, bagaimana mengukur persen penutupan tajuk dengan praktis. Sebagai mantan mahasiswa kehutanan saya sudah pernah menggunakan beragam metode untuk memecahkan hal tersebut namun berbagai metode yang digunakan waktu itu masih tergolong rumit.

image

image

Kini telah tersedia aplikasi android yang bebas diunduh untuk memecahkan kedua hal diatas. Yaitu easy leaf area free untuk mengukur luasan daun, dan canopy cover free yang bisa digunakan untuk mengukur persentase tutupan tajuk. Kedua aplikasi tersebut bebas diunduh melalui google play store.

Kedua aplikasi tersebut mengurangi berbagai kerumitan yang dijumpai pada saat melakukan pengukuran luasan daun maupun tutupan kanopi. Adakah yang pernah mengalami hal serupa? Silahkan berbagi di komentar dibawah 🙂

Iklan

EMR (Ecological Mangrove Restoration)

Gw baru kenal istilah ini setelah tiba – tiba seseorang mengirimkan email untuk dibantu dibuatkan RAB untuk melaksanakan proses monitoring dan evaluasi, dan isengnya gw ga langsung bikin RAB, istilah EMR yang baru gw dengar mengajak gw buat mencari informasi lebih lanjut tentang apa itu EMR. Karena tentu sebuah proses yang dilakukan dengan metode yang spesifik harus di evaluasi dengan cara spesifik pula supaya kita tidak menilai ikan dengan cara dia memanjat pohon.

EMR menurut gw adalah sebuah seni rehabilitasi ekosistem mangrove, cara yang berlandaskan dengan asas bahwa alam dapat memperbaiki diri mereka dengan sendirinya bahkan tanpa campur tangan manusia. nah yang perlu di ingat dalam EMR ini yang di rehabilitasi adalah ekosistemnya, bukan hanya tanamanya saja sehingga diharapkan setelah proses rehabilitasi selesai kondisi paling ideal dalam ekosistem tersebut akan terbentuk.

jadi jelas sebelum melakukan rehabilitasi dengan metode ini kita harus mengenal ekosistem mangrove terlebih dahulu. ekosistem terbentuk dari habitat populasi yang mendiami satu tempat tertentu. didalamnya ada habitat mangrove itu sendiri, habitat ikan, habitat udang, habitat manusia dan sebagainya. dalam ekosistem tersebut seharusnya terjadi hubungan timbal balik antara anggota ekosistem sehingga kondisi ekosistem tetap seimbang, jika tidak terjadi keseimbangan maka ekosistem tersebut dapat dikatakan rusak.

dalam metode EMR ini rekayasa dilakukan dengan pelibatan populasi manusia dalam ekosistem untuk memperbaiki habitat mangrove, yang pada akhirnya diharapkan habitat – habitat lain akan terbentuk seiring dengan perbaikan pada habitat mangrove. habitat mangrove juga dirancang sedemikian rupa supaya menyerupai kondisi alaminya, antara lain adalah zonasi tanaman berdasarkan salinitas dan pasang surut, penyesuaian areal dengan perilaku tanaman mangrove, dan sebagainya.

habitat manusia dalam ekosistem yang di restorasi pada metode ini berperan besar sebagai kunci kesuksesan pelaksanaan metode ini. sehingga pelibatan masyarakat sekitar sangatlah penting, untuk memastikan interaksi ekologis dalam ekosistem berjalan dengan baik. habitat manusia adalah pengambil manfaat terbesar pada habitat lain disekitarnya dalam sebuah ekosistem, sehingga peran manusia dalam menjaga kelestarian habitat sekitarnya harus lebih besar.

Arang sebagai pupuk organik

Arang merupakan komponen yang terbesar di bumi dalam berbagai bentuk, zat ini bersifat porous dan memiliki tingkat stabilitas struktur yang tinggi sehingga akan sangat susah untuk rusak. suku indian maya telah mempergunakan arang sebagai pengatur kesuburan tanah sejak ratusan tahun yang lalu yang di temukan pada sebuah daerah yang dinamakan terrapetra dalam bahasa kita dapat diartikan sebagai tanah hitam. Daerah tersebut sangat subur dan setelah diteliti memiliki kandungan arang yang tinggi didalamnya.

Hal tersebut dapat dipahami karena arang merupakan suatu zat yang kosong hasil dari pembakaran tidak sempurna (pyrolisis) pada bahan organik, yaitu suatu proses pembakaran dengan menggunakan oksigen minimal, sehingga yang terbakar hanyalah zat-zat lain selain arang sehingga terjadi ketidakseimbangan pada unsur tersebut, agar seimbang kemudian arang akan mengikat unsur-unsur lain yang lewat disekitarnya, olehkarena itu arang tersebut di sebut dengan karbon aktif.

karbon aktif dapat dimanfaatkan sebagai pengatur hara pada tanaman, karbon aktifakan mampu bertahan selama bertahun tahun dan terus mendistribusikan unsur hara dengan menyerap zat yang lewat disekitarnya untuk di distribusikan pada tanaman. kita dapat melihat contohnya pada tanaman anggrek yang kita tanam selama bertahun tahun lamanya menggunakan arang, dan kita tidak pernah mengganti arangnya, namun tanaman tersebut dapat terus tumbuh dan berbunga, untuk aplikasinya arang dapat dicampurkan dengan kompos maupun kotoran hewan untuk membuat pupuk organik.

INDEX NILAI PENTING ( INP )

Mungkin pembaca sekalian sudah mengerti apa itu “Index nilai Penting ” atau INP yaitu suatu nilai yang digunakan untuk menerjemahkan tingkat kerapatan jenis dalam hutan. yang mungkin untuk kedepannya bisa digunakan untuk analisis serapan karbon pada kawasan hutan. terkait dengan isu carbon trade

Isu yang beredar di kampus bahwa penulis mengembangkan sebuah aplikasi penghitung INP adalah BENAR (bukan gossip),penulis disini dengan kemampuan ala kadarnya mencoba mengembangkan suatu aplikasi yang penulis beri nama “kalkulator INP” yang dapat di terjemakan sebagai aplikasi sederhana penghitung nilai INP dan turunannya, aplikasi ini masih bersifat purwarupa (prototype) jadi sengaja belum disediakan form untuk mengunggah data untuk melakukan penghitungan, namun apabila membutuhkan penghitungan data dalam jumlah besar ataupun feedback silahkan menghubungi penulis di :
sini

Prototype aplikasi ini dapat pembaca akses disini
besar harapan penulis untuk mendapatkan feedback dari para pembaca sekalian.

JENIS-JENIS TUMBUHAN YANG DILINDUNGI

No. Nama Ilmiah Nama Indonesia
 I. PALMAE
237 Amorphophallus decussilvae Bunga bangkai jangkung
238 Amorphophallus titanum Bunga bangkai raksasa
239 Borrassodendron borneensis Bindang, Budang
240 Caryota no Palem raja/Indonesia
241 Ceratolobus glaucescens Palem Jawa
242 Cystostachys lakka Pinang merah Kalimantan
243 Cystostachys ronda Pinang merah Bangka
244 Eugeissona utilis Bertan
245 Johanneste ijsmaria altifrons Daun payung Baca lebih lanjut

Bahan Kuliah Kehutanan

Menimbang, dan menyadari susahnya mencari sumber pustaka untuk bahan kuliah yang penulis alami semasa kuliah, semoga postingan ini membantu penulis untuk mendokumentasikan masa kuliah dan pembaca yang kesulitan

juga Buat rekan rekan sekalian yang mungkin tertarik buat baca-baca, nglirik lirik Bahan-bahan kuliah atau sekedar bernostalgia saat-saat masa kuliah dulu , laporan pada jaman saya silahkan ikuti Link ini

Attention !!
SELURUH HAK CIPTA TULISAN INI MILIK PENULIS TULISAN MASING-MASING